Langsung ke konten utama

Surat Terbuka Mohammad Fuad, Warga NU Kota Depok

Yth : Seluruh Staekholder Kota Depok 

Assalamualaikum wr wb..

Empat  hari menjelang  HSN saya mencoba  berkomunikasi dengan 3 orang,  yang saya anggap deket dengan Pak Wali....memohon agar audiensi adik adik IPNU diterima dan diberikan kesempatan untuk bisa apel upacara di Balaikota...dan selama empat  hari itu terus saya dorong agar permohonan adik2 IPNU diakomodir....

Saya berharap dengan adanya momen HSN ini bisa mencairkan ketegangan dan memperkokoh tali silaturhmi antara Pemkot dan PCNU..

Tapi sampai hari H tidak ada kabar apapun dari orang yang saya anggap deket dengan Walikota kecuali  adik adik IPNU diundang oleh  sekda...hasilnya ditolak  mengadakan apel upacara di balaikota....

Kemudian adek2 IPNU di medsos rame, menyatakan kekecewaanya, dan  akhirnya justru bertambah  ramai ketika  statemen pak Wali yang mengagetkan semua pihak, karena disana ada penghinaan dan arogansi yaitu : Biang Kerok dan Duel baca kitab...

Nah itu statemen buat siapa ?, kami meyakini untuk PCNU..Sudah menolak adik adik IPNU tapi malah yang muncul biang kerok dan duel baca kitab....itu penghinaan ..

Bahkan statemen pak wali cenderung cuci tangan atas penolakan terhadap adik adik IPNU untuk apel di balaikota dan menyalahkan pihak lain.

Dari dulu saya punya semangat  yang kuat agar Pemkot dan PCNU bisa bersinergi dalam membangun ummat, tapi ternyata arogansi pak wali memang luar biasa.

wassalam

Komentar