Langsung ke konten utama

Ketua PCNU Depok: Lailatul Ijtima' Sosialisasi NU sebagai Ajaran dan Organisasi

Suara NU Pancoran Mas, 04/11/2017

"Lailatul Ijtima' sangat penting untuk sosialisasi NU sebagai organisasi dan ajaran" Demikian tausiah yang disampaikan oleh KH. Raden Salamun Adiningrat, Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Depok, semalam, 03/11/2017 dalam acara Lailatul Ijtima' PRNU Kelurahan Kukusan Kecamatan Beji Kota Depok, di Masjid At-Tatqwa, Jalan H. Koja, Kukusan Beji Depok. 

Dalam tausiahnya, Kiai Salamun juga menjelaskan secara organisasi, NU adalah jam'iyyah diniyah ijtima'iyyah (Organisasi Sosial Keagamaan). NU bukan partai politik. Misinya di bidang agama adalah tegaknya Islam Ahlussunnah Wal Jama'ah (Aswaja) dan di bidang sosial tegaknya Pancasila dan UUD 1945.

Adapun secara ajaran, Aswaja yang dikembangkan NU, menurutnya, adalah Aswaja An-Nahdliyyah atau sebutan lainnya yaitu Islam Nusantara. Islam Nusantara itu bukan susunan kalimat na'at dan man'ut / tarkib washfiy (kata sifat dan yang disifati). Tapi susunan katanya adalah tarkib idlofiy (mudlof/mudlof ilaih/kata sandaran). Jadi, Islam Nusantara adalah Islam yang tumbuh di nusantara yang dipelopori oleh wali songo.

Pendiri NU adalah Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'arie. Hadratussyaikh adalah gelar dari para  ulama' di tanah hijaz. Gelar itu diberikan karena Mbah Hasyim hafal al Qur'an dan hafal kitab Hadis Enam Imam (Kutubussittah). NU juga bersambung sanad keilmuannya hingga Rasulullah SAW, kata beliau. 

Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari adalah perumus Fatwa Jihad 22 Oktober 1945 yang berisi Resolusi Jihad melawan Inggris dan sekutu-sekutunya yang ingin menjajah kembali Indonesia. Sejarah ini, kata Kiai Salamun, selalu ditutup-tutupi oleh Orde Baru karena ingin membonsai peran NU. Fatwa itu lahir karena Bung Karno bertanya bagaimana hukumnya membela negara. Maka Mbah Hasyim mengumpulkan seluruh ulama NU dari berbagai konsul di daerah-daerah, seperti mengadakan Bahtsul Masail. Para santri pun tidak sabar untuk berjihad tetapi ditahan oleh Mbah Hasyim dan disuruh menunggu kehadiran Kiai Abbas Buntet untuk mengisi ilmu tenaga dalam dulu untuk para santri. 

Sosialisasi NU sebagai organisasi dan ajaran di Lailatul Ijtima' sangat penting di tengah derasnya pemikiran ekstrim yang diimpor oleh kelompok Wahhabiyyah. Penguasa Mekkah yang ada sekarang adalah Wahhabi yang merampas kekuasaan Syarif Husein di Mekkah, cucu Nabi Muhammad SAW yang ditengarai didukung kekuatan asing. Tauhid NU yang berdasarkan faham Asy'ariyah dan Maturidiyah diserang oleh tauhid wahhabiyah. "Mereka memprovokasi kita" kata Kiai Salamun. Namun, ada perkembangan saat ini Wahhabi yang di Saudi mulai agak moderat dan menegur Wahhabi yang ada di Indonesia yang mudah mengkafirkan dan membid'ahkan.

Ciri lain dari kelompok Wahhabi adalah sedikit-sedikit maunya langsung ke al-Qur'an Hadis, dan hadisnya harus Sohih Bukhori. Tidak mau bermadzhab. Tidak mau ikut ulama. Imam Syafi'i. Alasannya Imam Syafi'i tidak pakai hadis Bukhori Muslim. Padahal, Imam Syafii lebih dulu ada dari Imam Bukhori. Kelompok-kelompok sempalan dalam Islam, menurut Kiai Salamun, disetting oleh barat untuk memecah belah kaum muslimin. 

Tausiah kedua, disampaikan oleh Wakil Ketua PRNU Kukusan, Ust Marzuki, alumni Ponpes Lirboyo. Menurut beliau semangat santri dalam berjihad luar biasa. "Saya pernah diajak jalan 10 KM oleh guru saya dan pengurus pagar nusa Lirboyo. Padahal hanya akan mendengarkan pidato muallaf". Menurutnya, banyak amaliyah kita diganggu oleh kelompok non aswaja.


Acara semalam dimulai dengan pembacaan Dzikir dan Tahlil Ba'da Isya', dan dilanjutkan dengan sambutan-sambutan. Sambutan pertama disampaikan oleh Ust. Zainuddin, Ketua Tanfidziyah PRNU Kukusan, Ust Zainuddin. Dalam sambutannya, Ustadz Zainuddin menerangkan bahwa sebetulnya kepengurusan PRNU Kukusan sudah selesai periodenya sejak 2 tahun yang lalu, yaitu periode 2010-2015. Oleh karena itu perlu adanya regenerasi kepengurusan PRNU Kukusan. Apalagi pengurus periode tersebut, sudah banyak yang meninggal dunia.

Sambutan selanjutnya disampaikan Lurah Kukusan, Hasan, S.Pd yang mengajak masyarakat kukusan untuk membuat E-KTP langsung pada pemerintah pusat. Kelurahan Kukusan juga telah menyeleksi peserta yang akan menjadi MTQ Tingkat Kota di Sukmajaya nanti sebanyak 6 orang peserta sebagai perwakilan Kecamatan Beji. Ia berharap Lailatul Ijtima' ini bisa menjadi wadah silaturrahim dan menjaga ukhuwah Islamiyah. "Semoga acara ini membawa keberkahan" katanya.

Hadir dalam acara ini, Rois Syuriah PRNU Kukusan, Ust. Jayadih, Sekretaris PRNU Kukusan, Ust Ismail, Sekretaris PCNU Depok, Ust Nasihun Syahroni, Sekretaris LTM PCNU Depok, Ust Darul Qutni, dan Bapak Doni, PP LESBUMI pimpinan Agus Sunyoto pengarang buku Atlas Walisongo, sebuah yang membantah anggapan wahhabi Indonesia bahwa walisongo adalah mitos di Indonesia. Dengan buku itu, Islam Aswaja terbukti ada secara historis dengan adanya walisongo. 



Dalam acara itu ditetapkan, bahwa Lailatul Ijtima' agar diadakan setiap malam Sabtu pertama tiap bulan dan diisi dengan dzikir Thoriqoh NU. Kalau di kantor PCNU Depok, biasanya yang digunakan adalah Dzikrul Ghofilin yang disusun oleh KH Hamim Jazuliy berdasarkan isyaroh mimpi. Diadakan setiap malam selasa Kliwon dan Dipimpin oleh KH Ahmad Bukhori (Mbah Mad) yang merupakan murid Gus Mik. Tradisi seperti menyusun dzikir lewat isyaroh mimpi itu sudah biasa di NU seperti Shalawat badar dibuat oleh Syekh Mansyur Situbondo atas mimpi bertemu Nabi dan kemudian ditashih oleh Habib Ali Kwitang. 

Acara dipandu oleh MC Ust Hafied, alumni PMII UI angkatan 1997 dan ditutup jam 22.47. dengan pembacaan Undangan Maulid Habib Abu Bakar bin Hasan Al Athas Azzabidi di Tanah Baru Depok, pada Minggu sore, 11/11/2017 pada jam 15.00 - 18.00 WIB dan pembacaan doa penutup oleh Ust. Marzuki, Wakil Ketua PRNU Kukusan. (Tim Redaksi).




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jum'at : Lima Harapan Pegiat Ramadlan

LIMA HARAPAN PEGIAT RAMADLAN اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا وَقِيَامَ لَيَالِيْهِ تَطَوُّعًا وَصِيَامَ نَهَارِهِ وَاجِبًا وَثَوَابَ الْعَمَلِ فِيْهِ مُضَاعَفًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ سَيِّدُ وَلَدِ عَدْنَانْ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَصَحْبِهِ ذَوِيْ الْمَجْدِ وَالْعِرْفَانْ. أَمَّا بَعْدُ فَـيَا أّيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بَتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَّقُوْا اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ   وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. (أل عمران : 102) Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah! Apa sebenarnya cita-cita dan harapan seorang muslim yang giat di bulan Ramadlan?. Jawabannya tergambar dalam do’a yang sering dipanjatkannya d...

Rois Syuriah PCNU Depok: Berilmu saja tidak cukup, harus berakhlak juga!

Suara NU Pancoran Mas, 26/10/2017 "Berilmu saja tidak cukup, harus berakhlak juga!". Demikian nasehat Rois Syuriah PCNU Kota Depok, Abuya KH. Zainuddin Ma'shum dalam Pengajian  Kitab Majelis Dzikir dan Shalawat Ziyadatul Akmal, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok pimpinan Ust. H. Chaerul Anwar, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama' (LDNU) Kota Depok. Nasehat itu mengingatkan kita kepada nasehat para ulama salaf yang mengatakan, qoliilun minal adab ahwaju ilaina min katsrotil ilmi (sedikit adab lebih kami butuhkan dibandingkan ilmu yang banyak). Tak heran juga, jika para ulama mengatakan bahwa cirikhas ulama adalah berakhlak mulia dan bersikap dermawan. Dalam pengajian dwi mingguan yang dimulai ba'da Isya' tersebut, Abuya KH. Zainuddin Ma'shum membahas Kitab Fiqih Taqrirotussa'idah. Adapun kitab kedua yaitu Risalah Ahlissunnah Wal Jama'ah karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'arie (Pendiri NU) diasuh oleh Wakil R...

Al-Awwabin, Benteng Persatuan Ulama Kota Depok dan Sekitarnya

Suara NU Panmas, Depok Minggu pagi, 24 Desember 2017 / 5 Rabiul Akhir diadakan forum pertemuan Ulama', Da'i, dan Asatidz Ahlussunnah Wal Jama'ah (Jalsatud Du'ah) Wilayah Kota Depok dan sekitarnya di Pondok Pesantren Al-Awwabin, Jalan Raya Sawangan Kota Depok, pimpinan Abuya KH Abdurrahman Nawi. Acara ini merupakan kelanjutan dari pertemuan Tingkat Jabodetabek yang digelar 15 Oktober 2017 di Islamic Center Koja, Jakarta Utara. Jalsatud Du'ah merupakan forum yang berafiliasi kepada Majlis al Muwasholah Baina Ulama'il Muslimin (Forum Silaturrahim antar Ulama Umat) yang didirikan oleh guru mulia al Habib Umar bin Hafidz bersama para ulama'.  Tampak hadir dalam acara ini, al Habib Alwy bin Muhammad Syahab, KH. Drs. Achmad Muchtar, KH. Drs. Fatchurrochman, MA, KH. Dr. M. Yusuf Hidayat, MA, Ust. Ahmad Sasih (Koordinator Jalsah Depok), dan para asatidz lainnya. Dalam pertemuan tersebut, diadakan dialog interaktif antar asatidz yang diawali sebelumnya dengan...