Langsung ke konten utama

Memenangkan Islam Moderat di Dunia Maya: Catatan Pertemuan Penulis Ke-Islam-an di Cikini

Oleh: Darul Qutni, S.S.I
(Sekretaris LTM PCNU Depok/Pimpinan Redaksi Suara NU Pancoran Mas Depok)

Bagaimana memenangkan Islam Moderat di dunia maya dan menjadikannya arus utama/ pemikiran mainstream bagi generasi milineal masa kini? bahasa gaulnya "Generasi Zaman Now"?. Itulah pertanyaan besar yang hendak dijawab di dalam pertemuan penulis ke-Islam-an di Hotel Mercure, Cikini, 4-5 November 2017 yang diadakan oleh NU Online. 

Penulis akan memulai lebih dulu dari perkataan Sayyidina Ali bin Abi Tholib yang dikutip oleh Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'arie dalam Qonun Asasi Nahdlatul Ulama':
"Tak seorang pun (betapa pun lamanya berijtihad dalam amalnya) akan mencapai hakikat ta'at kepada Allah yang semestinya". Dari perkataan ini, dapat dipahami bahwa kita sebetulnya tak akan dapat mencapai hakikat Islam Moderat betapapun kita telah berijtihad untuk mencapai itu.

Namun, bukan berarti kita diam tidak melakukan usaha dan ikhtiar untuk mencapai dan memenangkan Islam Moderat di dunia maya. Dari beberapa pemateri yang telah menyampaikan materinya, usaha-usaha tersebut dilakukan dengan mengevaluasi maupun meneliti konten apa saja saat ini yang menjadi minat generasi milineal. Dari hasil riset, didapati bahwa para warganet milineal banyak mengambil informasi dari Youtube, Facebook, Whatsapp, dll. Karena itu tantangan bagi penulis ke-Islam-an saat ini adalah bagaimana menggunakan media-media sosial tersebut untuk memenangkan Islam Moderat .

Terungkap pertanyaan dalam forum tersebut, apakah Islam Moderat itu?. Syekh Nawawi al Bantani dalam tafsir Munir-nya, memberikan penafsiran bagi Ummatan Wasathan sebagai Khiyaron Aduulan Mamduuhina Bil Ilmi Wal Amal. Umat Islam sebagai kelompok moderat adalah kelompok yang terpilih, yang bersikap adil yang terpuji berkat sikap ilmiah dan amaliyahnya.

Keterpilihan kaum muslimin lantaran mereka memiliki ciri khas yang berbeda dengan kelompok yang lain, yaitu senantiasa melakukan amar ma'ruf nahy munkar. Menyuruh yang ma'ruf dengan cara yang ma'ruf. Mencegah yang munkar dengan cara yang ma'ruf. Itulah kelompok yang terpilih.

Kaum muslimin juga disebut kelompok moderat karena mereka bersikap adil, menempatkan sesuatu pada tempatnya, proporsional, tidak berlebihan, tidak ekstrim. Dengan bersikap adil ini mereka akan dapat melaksanakan ketaqwaan kepada Allah SWT. Sebab bersikap adil, adalah sikap yang paling dapat mendekatkan ketaqwaan kepada Allah SWT sebagaimana dijelaskan dalam al Qur'an.

Kemoderatan umat Islam juga akan tampak ketika mereka mau bersikap ilmiah dan amaliyah. Artinya, tindakan mereka harus didasari ilmu. Dan ilmu mereka harus diamalkan. Ilmu dan amal adalah dua hal yang tidak boleh dilepaskan dalam menjaga identitas ke-Islam-an dan ke-Moderat-an.

Upaya pengarusutamaan Islam Moderat di dunia maya dengan demikian upaya pengarusutamaan nilai-nilai amar ma'ruf nahy munkar, nilai-nilai keadilan, nilai-nilai keilmuan dan ubudiyah. Nilai-nilai itu yang akan kita sebarkan di dunia maya. Kita sebarkan via Youtube, Facebook, Whatsapp, Twitter, dan media sosial lainnya.      

Selamat berjuang wahai penulis dan pemikir Islam!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jum'at : Lima Harapan Pegiat Ramadlan

LIMA HARAPAN PEGIAT RAMADLAN اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا وَقِيَامَ لَيَالِيْهِ تَطَوُّعًا وَصِيَامَ نَهَارِهِ وَاجِبًا وَثَوَابَ الْعَمَلِ فِيْهِ مُضَاعَفًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ سَيِّدُ وَلَدِ عَدْنَانْ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَصَحْبِهِ ذَوِيْ الْمَجْدِ وَالْعِرْفَانْ. أَمَّا بَعْدُ فَـيَا أّيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بَتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَّقُوْا اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ   وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. (أل عمران : 102) Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah! Apa sebenarnya cita-cita dan harapan seorang muslim yang giat di bulan Ramadlan?. Jawabannya tergambar dalam do’a yang sering dipanjatkannya d...

Rois Syuriah PCNU Depok: Berilmu saja tidak cukup, harus berakhlak juga!

Suara NU Pancoran Mas, 26/10/2017 "Berilmu saja tidak cukup, harus berakhlak juga!". Demikian nasehat Rois Syuriah PCNU Kota Depok, Abuya KH. Zainuddin Ma'shum dalam Pengajian  Kitab Majelis Dzikir dan Shalawat Ziyadatul Akmal, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok pimpinan Ust. H. Chaerul Anwar, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama' (LDNU) Kota Depok. Nasehat itu mengingatkan kita kepada nasehat para ulama salaf yang mengatakan, qoliilun minal adab ahwaju ilaina min katsrotil ilmi (sedikit adab lebih kami butuhkan dibandingkan ilmu yang banyak). Tak heran juga, jika para ulama mengatakan bahwa cirikhas ulama adalah berakhlak mulia dan bersikap dermawan. Dalam pengajian dwi mingguan yang dimulai ba'da Isya' tersebut, Abuya KH. Zainuddin Ma'shum membahas Kitab Fiqih Taqrirotussa'idah. Adapun kitab kedua yaitu Risalah Ahlissunnah Wal Jama'ah karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'arie (Pendiri NU) diasuh oleh Wakil R...

Al-Awwabin, Benteng Persatuan Ulama Kota Depok dan Sekitarnya

Suara NU Panmas, Depok Minggu pagi, 24 Desember 2017 / 5 Rabiul Akhir diadakan forum pertemuan Ulama', Da'i, dan Asatidz Ahlussunnah Wal Jama'ah (Jalsatud Du'ah) Wilayah Kota Depok dan sekitarnya di Pondok Pesantren Al-Awwabin, Jalan Raya Sawangan Kota Depok, pimpinan Abuya KH Abdurrahman Nawi. Acara ini merupakan kelanjutan dari pertemuan Tingkat Jabodetabek yang digelar 15 Oktober 2017 di Islamic Center Koja, Jakarta Utara. Jalsatud Du'ah merupakan forum yang berafiliasi kepada Majlis al Muwasholah Baina Ulama'il Muslimin (Forum Silaturrahim antar Ulama Umat) yang didirikan oleh guru mulia al Habib Umar bin Hafidz bersama para ulama'.  Tampak hadir dalam acara ini, al Habib Alwy bin Muhammad Syahab, KH. Drs. Achmad Muchtar, KH. Drs. Fatchurrochman, MA, KH. Dr. M. Yusuf Hidayat, MA, Ust. Ahmad Sasih (Koordinator Jalsah Depok), dan para asatidz lainnya. Dalam pertemuan tersebut, diadakan dialog interaktif antar asatidz yang diawali sebelumnya dengan...