Langsung ke konten utama

Katib Syuriah PCNU Sampaikan Himbauan dan Pedoman Moral Politik bagi Pengurus Harian dan Warga NU Kota Depok terkait Pilkada Jawa Barat 2018



Suara NU Pancoran Mas,
Katib Syuriah PCNU Kota Depok, KH. Dr. M. Yusuf Hidayat yang akrab dipanggil dengan Muallim Yusuf memberikan himbauan dan seruan moril terkait Pemilihan Kepala Daerah Jawa Barat tahun 2018. Himbauan itu disampaikannya di sela-sela acara Bahtsul Masail Rutin Asatidz Muda Depok, di kediamannya, Pondok Pesantren At-Tibyan, Pancoran Mas Depok, Selasa, 24 April 2018.

Himbauannya ini terutama ditujukan kepada pengurus harian NU Kota Depok di berbagai tingkatan dari mulai Cabang, MWC sampai tingkat ranting. Himbauan ini disampaikannya karena masih terbatasnya pedoman berpolitik bagi pengurus NU (yang baru ada hanya Pedoman Berpolitik Warga NU) kecuali hanya pada aturan Khittah 1926 dan AD/ART terkait rangkap jabatan serta tidak boleh membawa atribut/simbol NU saja.  Pertama, himbauannya ditujukan kepada pengurus harian Syuriah dan Tanfidziyah agar tidak menjadi tim sukses atau menghadiri kampanye calon. Kedua, Pengurus harian tidak boleh menerima calon kepala daerah ketika sudah masuk masa kampanye di kantor NU Depok. Ketiga, pengurus non harian dan warga/anggota NU Depok, diperbolehkan dan dipersilahkan menjadi tim sukses dan ikut berkampanye namun tidak boleh membawa nama NU.

Himbauan moril ini didasarkan pada beberapa aturan dan sikap yang telah dikeluarkan dan ditunjukkan oleh PBNU maupun PWNU Jawa Barat.  Di antaranya, pertama, Khittah NU 1926 yang berbunyi bahwa NU secara organisatoris tidak terikat dengan partai politik. Kedua, keputusan rapat PBNU pada selasa, 6 Maret 2018 untuk tidak boleh atribut NU digunakan untuk politik praktis termasuk dalam hal ini adalah sekretariat / kantor. Ketiga, AD/ART NU menyatakan bahwa pengurus harian tidak boleh merangkap jabatan sebagai pengurus harian partai politik dan juga pengurus harian organisasi yang berafiliasi dengan partai politik. Termasuk dalam pengertian tidak merangkap jabatan juga yaitu merangkap pekerjaan, tugas, pokok dan fungsi pengurus harian partai politik. Dikhawatirkan agenda-agenda NU sebagai gerakan sosial keagamaan (dakwah) menjadi terbengkalai. Karena pengurus harian mengerjakan urusannya partai politik.  Jadi sulit dibedakan antara pengurus partai dengan pengurus  NU. Keempat, PBNU hanya menerima pasangan calon, ketika belum masuk kampanye dalam rangka mendoakan dan merestui seluruh pasangan, seperti saat Pilkada DKI.  Kunjungan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ke PBNU, adalah sebelum memasuki masa kampanye Pilkada DKI. Adapun, setelah memasuki masa kampanye, PBNU tidak pernah menerima calon Pilkada. Kelima, pedoman berpolitik warga NU yang dihasilkan oleh Muktamar NU tahun 1989.

Demikian himbauan dan pedoman moral politik yang disampaikan Katib Syuriah PCNU Depok, agar dapat diperhatikan oleh seluruh pengurus harian Nahdlatul Ulama, dari cabang sampai ranting dan juga kepada warga NU Kota Depok.

Dalam kesempatan itu, Muallim Yusuf juga menyarankan kepada partai politik agar memahami ketentuan yang berlaku dalam AD/ART NU, yaitu tidak bolehnya rangkap jabatan antara pengurus harian NU dengan pengurus harian partai politik atau organisasi yang berafiliasi denganya. Intinya, jangan libatkan pengurus harian NU dari cabang sampai ranting di pengurus harian partai politik.  Jika alasannya adalah kekurangan orang/kader, maka dia menyarankan kaderisasi di partai politik agar diperkuat lagi dan ditingkatkan lagi, tidak harus menarik kader struktural harian. Jika tidak bisa juga, maka diharapkan kader NU di struktur harian agar memilih antara berkhidmah di NU atau partai politik. Hal ini disampaikannya bukannya untuk menghalangi kader NU Depok untuk berkarir di politik, tapi semata-mata agar NU Depok juga jangan dihalang-halangi untuk menjadi gerakan murni dakwah keagamaan sebagai amanat Khittah 1926 dan mengembalikan jati diri NU. “Semua ada tempatnya” kata Kiai ahli falak ini. *** (Laporan: Ibkan)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jum'at : Lima Harapan Pegiat Ramadlan

LIMA HARAPAN PEGIAT RAMADLAN اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا وَقِيَامَ لَيَالِيْهِ تَطَوُّعًا وَصِيَامَ نَهَارِهِ وَاجِبًا وَثَوَابَ الْعَمَلِ فِيْهِ مُضَاعَفًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ سَيِّدُ وَلَدِ عَدْنَانْ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَصَحْبِهِ ذَوِيْ الْمَجْدِ وَالْعِرْفَانْ. أَمَّا بَعْدُ فَـيَا أّيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بَتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَّقُوْا اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ   وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. (أل عمران : 102) Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah! Apa sebenarnya cita-cita dan harapan seorang muslim yang giat di bulan Ramadlan?. Jawabannya tergambar dalam do’a yang sering dipanjatkannya d...

Katib Syuriah PCNU Depok Pimpin Langsung Bahtsul Masail Nahdliyyin Kota Depok

Suara NU Pancoran Mas, Suara NU Pancoran Mas, Katib Syuriah PCNU Kota Depok pimpin langsung Bahtsul Masail Asatidz Muda Nahdliyyin Kota Depok di Pesantrennya, Ma'had At-Tibyan Pancoran Mas Kota Depok pada selasa sore tadi, 3 April 2018. Bahtsul Masail itu digelar untuk menyikapi puisi Sukmawati Soekarnoputri yang telah meresahkan umat Islam Indonesia. Sayangnya sebagian orang malah bilang bahwa menyikapi hal ini malah disebut sebagai sarat kepentingan politis dañ tidak ada hubungannya dengan agama (tidak perlu dikaji). Muallim Yusuf dkk pun maju terus menunjukkan kepedulian kepada permasalahan umat Islam (al ihtimam biumuuril muslimin) tanpa menghiraukan caci maki dari orang-orang yang picik pemikirannya dan berstandar ganda (satu sisi berslogan ingin menjauhkan agama dari politik, di sisi lain malah berpolitik total) . Para asatidz muda menilai Sukmawati telah menunjukkan kebodohan yang sangat bodoh dengan tidak mau belajar dari kebodohannya dan justru membanggakan kebo...

Santri Ma'had Aliy At Tibyan Gelar Bahsul Masail Soal Tabayyun

Suara NU Pancoran Maraknya penggunaan kata Tabayyun oleh masyarakat dan zaman di mana informasi apa saja merajalela di media sosial membuat para asatidz muda kota Depok berkumpul dan membahas soal tabayyun selasa kemarin, 10/4/2018 di Pondok Pesantren At-Tibyan Wadas Pancoran Mas Kota Depok pimpinan Dr. KH M Yusuf Hidayat, Lc, MA (Muallim Yusuf). Beberapa poin yang dihasilkan dari forum tersebut adalah : 1. Makna tabayyun tidak hanya aktif tapi juga meliputi makna pasif dalam arti tatsabbut dan al wuquf (diam tidak komentar, menahan diri, tidak terpancing, tidak terbakar emosi/kebakaran jenggot/bersumbu pendek dan ghoirul i'timad ala qoulil fasiq (tidak mengandalkan ucapan orang fasik). 2. Media sosial yang terpercaya dapat menjadi rujukan tabayyun. 3. Klarifikasi tidak dapat disamakan dengan makna tabayyun yang luas. 4. Berhati-hati untuk menyuruh orang tabayyun karena dapat diartikan menuduh sebagai orang fasik. 5. Pasal-pasal KUHP turut menjadi keterangan dalam Bah...