Langsung ke konten utama

Seruan Habib Ahmad Bin Abdillah Asseggaf untuk Berbondong-bondong Masuk NU


Suara NU Pancoran Mas, 02/11/2017

Berikut ini seruan Habib Ahmad bin Abdillah Asseggaf untuk berbondong-bondong masuk NU, yang tercantum dalam Qonun Asasiy Nahdlatul Ulama' :

"Jam'iyyah ini (Nahdlatul Ulama) adalah perhimpunan yang telah menunjukkan tanda-tanda menggembirakan, daerah-daerah menyatu, bangunan-bangunannya telah berdiri tegak, lalu kemana kamu akan pergi? Kemana? "Wahai orang-orang yang berpaling, jadilah kamu orang yang pertama, kalau tidak, menyusul (termasuk Jam'iyah ini). Jangan sampai ketinggalan, nanti ada suara penggoncang akan menyerumu dengan goncangan-goncangan: "Mereka (orang-orang munafik itu) puas bahwa mereka ada bersama orang-orang yang ketinggalan (tidak masuk ikut serta memperjuangkan agama Allah). Hati mereka dikunci mati, maka mereka pun tiada mengerti. "Tiada yang merasa aman dari azab kecuali orang-orang yang merugi". 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Khutbah Jum'at : Lima Harapan Pegiat Ramadlan

LIMA HARAPAN PEGIAT RAMADLAN اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ جَعَلَ رَمَضَانَ شَهْرًا مُبَارَكًا وَقِيَامَ لَيَالِيْهِ تَطَوُّعًا وَصِيَامَ نَهَارِهِ وَاجِبًا وَثَوَابَ الْعَمَلِ فِيْهِ مُضَاعَفًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ سَيِّدُ وَلَدِ عَدْنَانْ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلَّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَصَحْبِهِ ذَوِيْ الْمَجْدِ وَالْعِرْفَانْ. أَمَّا بَعْدُ فَـيَا أّيُّهَا النَّاسُ أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بَتَقْوَى اللهِ فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالىَ فِيْ الْقُرْأَنِ الْكَرِيْمِ أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ أَمَنُوْا اتَّقُوْا اللهِ حَقَّ تُقَاتِهِ   وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. (أل عمران : 102) Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah! Apa sebenarnya cita-cita dan harapan seorang muslim yang giat di bulan Ramadlan?. Jawabannya tergambar dalam do’a yang sering dipanjatkannya d...

Rois Syuriah PCNU Depok: Berilmu saja tidak cukup, harus berakhlak juga!

Suara NU Pancoran Mas, 26/10/2017 "Berilmu saja tidak cukup, harus berakhlak juga!". Demikian nasehat Rois Syuriah PCNU Kota Depok, Abuya KH. Zainuddin Ma'shum dalam Pengajian  Kitab Majelis Dzikir dan Shalawat Ziyadatul Akmal, Kelurahan Rangkapan Jaya, Kecamatan Pancoran Mas Kota Depok pimpinan Ust. H. Chaerul Anwar, Ketua Lembaga Dakwah Nahdlatul Ulama' (LDNU) Kota Depok. Nasehat itu mengingatkan kita kepada nasehat para ulama salaf yang mengatakan, qoliilun minal adab ahwaju ilaina min katsrotil ilmi (sedikit adab lebih kami butuhkan dibandingkan ilmu yang banyak). Tak heran juga, jika para ulama mengatakan bahwa cirikhas ulama adalah berakhlak mulia dan bersikap dermawan. Dalam pengajian dwi mingguan yang dimulai ba'da Isya' tersebut, Abuya KH. Zainuddin Ma'shum membahas Kitab Fiqih Taqrirotussa'idah. Adapun kitab kedua yaitu Risalah Ahlissunnah Wal Jama'ah karya Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy'arie (Pendiri NU) diasuh oleh Wakil R...

Katib Syuriah PCNU Depok Pimpin Langsung Bahtsul Masail Nahdliyyin Kota Depok

Suara NU Pancoran Mas, Suara NU Pancoran Mas, Katib Syuriah PCNU Kota Depok pimpin langsung Bahtsul Masail Asatidz Muda Nahdliyyin Kota Depok di Pesantrennya, Ma'had At-Tibyan Pancoran Mas Kota Depok pada selasa sore tadi, 3 April 2018. Bahtsul Masail itu digelar untuk menyikapi puisi Sukmawati Soekarnoputri yang telah meresahkan umat Islam Indonesia. Sayangnya sebagian orang malah bilang bahwa menyikapi hal ini malah disebut sebagai sarat kepentingan politis dañ tidak ada hubungannya dengan agama (tidak perlu dikaji). Muallim Yusuf dkk pun maju terus menunjukkan kepedulian kepada permasalahan umat Islam (al ihtimam biumuuril muslimin) tanpa menghiraukan caci maki dari orang-orang yang picik pemikirannya dan berstandar ganda (satu sisi berslogan ingin menjauhkan agama dari politik, di sisi lain malah berpolitik total) . Para asatidz muda menilai Sukmawati telah menunjukkan kebodohan yang sangat bodoh dengan tidak mau belajar dari kebodohannya dan justru membanggakan kebo...